Toraja Utara Siap Melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP)

Muhammad Wildan
Kategori Berita: Umum 02 September 2021 | Dibaca 579x Diposting oleh: Muhammad Wildan

Toraja Utara Siap Melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP)

Kabupaten Toraja Utara terletak kurang lebih 337 Km dari Kota Makassar atau sekitar 7-8 jam, sebagai daerah yang merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Tana Toraja, maka di Toraja Utara kita akan menemui kondisi geografis dan budaya yang serupa dengan dengan yang biasa kita temui di Tana Toraja. Adat istiadat dan budaya yang kaya menjadikan Toraja Utara menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Sulawesi Selatan, salah satu yang sangat terkenal adalah Lolai atau dikenal dengan sebutan Negeri di atas Awan. Lolai terletak di salah satu daerah pegunungan yang merupakan ciri khas Kabupaten Toraja Utara. 

Kondisi geografis dengan wilayah pegunungan yang cukup menantang tidak menghalangi komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Toraja Utara untuk melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP). Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, SE., M. Si. menunjukkan komitmen dalam melaksanakan PSP sebagaimana disampaikan kepada Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Arman Agung, M. Pd. bersama Kepala LPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Abdul Halim Muharram beserta tim yang berkunjung ke daerah tersebut, pada Kamis, 2 September 2021 untuk memastikan kesiapan Pemda Toraja Utara dalam melaksanakan PSP. 

PSP merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang juga merupakan salah satu episode dari Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek. PSP pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. PSP membuka peluang yang seluas-luasnya kepada semua sekolah mulai jenjang PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, dan SMA, Negeri maupun Swasta, di Kota maupun di Desa, dimana sarana dan prasarana tidak menjadi indikator penilaian. Semua sekolah pada semua level dapat mendaftar sebagai sekolah penggerak melalui pendaftaran kepala sekolah penggerak, sehingga penentu sebuah sekolah menjadi sekolah penggerak adalah lulus tidaknya kepala sekolahnya dalam seleksi kepala sekolah penggerak. Tahun 2022 sebanyak 7500 sekolah di seluruh Indonesia akan diintervensi melalui PSP, dimana jumlah tersebut naik tiga kali lipat di tahun 2021 yaitu sebanyak 2500 sekolah.

(Sumber Berita: Tim Media)

Muhammad Wildan
Kategori Berita: Umum 02 September 2021 | Dibaca 579x Diposting oleh: Muhammad Wildan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔04 Juli 2022

    Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

  • Agenda
    🕔25 Juni 2022

    Sosialisasi Aktivasi dan Pemanfaatan Akun Pembelajaran

  • Agenda
    🕔22 Juni 2022

    Refleksi Kegiatan Refleksi Implementasi Program PSP dan Digitalisasi Sekolah di Kab./Kota se Provinsi Sulawesi Selatan

  • Agenda
    🕔28 Oktober 2021

    Bimbingan Teknis Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2021

  • Agenda
    🕔27 Oktober 2021

    Bimbingan Teknis Pemetaan Mutu PAUD Dikmas Tahun 2021

Selengkapnya